<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kelolauang.com &#187; Pensiun</title>
	<atom:link href="http://kelolauang.com/category/pensiun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kelolauang.com</link>
	<description>Kelola Uangmu Gapai Citamu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2011 13:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Dana Pensiun: Now or Never</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/08/dana-pensiun-now-or-never/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/08/dana-pensiun-now-or-never/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencaan keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin sudah mengetahui teori "sedikit demi sedikit lambat laun menjadi bukit", Anda pun sudah berpendidikan tinggi, namun semuanya kalah berarti dibanding tindakan sesegera mungkin menabung demi masa depan; saat ini juga ..... Atau Anda akan menjadi tokoh seperti guru saya di atas?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F08%2Fdana-pensiun-now-or-never%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F08%2Fdana-pensiun-now-or-never%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/koin1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-48" title="koin" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/koin1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Minggu lalu saya sedang antusias membuat kegiatan bagi almamater sekolah saya : makan malam bersama guru dan pembagian tanda kasih berupa netbook+kaos+buku; membuat kegiatan donor darah; menyelenggarakan seminar; semuanya sekaligus jalan wisata keluarga dan ultah istri tercinta; keliling jakarta-jawa tengah dalam 5 hari, pfuih&#8230; sungguh hari-hari yg melelahkan.</p>
<p>Sebenarnya raga ini sudah tdk mampu bergerak kala ada email yg mengugah kesadaran bahwa ada salah seorang guru yg tdk berdaya mempersiapkan pensiunnya. Namun ada energi yg memampukan saya u/ menghubungi guru saya tersebut.<br />
<span id="more-127"></span><br />
200 buku karangan beliau sudah seminggu saya bantu pasarkan, tentunya dengan teknik &#8220;palak&#8217;s way : social network with emotional pressure&#8221; (penjelasan teknik pemasaran ini akan saya paparkan kesempatan mendatang). Dengan harga normal Rp 20.000,-/buku; saya bisa menjual Rp 50.000,-/buku bahkan lebih!! 70 buku terkumpul Rp 6 juta! Mudah2an mampu terjual 100-125 buku ya &#8230;..</p>
<p>Tapi saya menyoroti secara mendalam masalah pensiun guru saya tersebut. &#8220;Mestinya elu yg kelola dana pensiun para pamong, Sep&#8221;, demikian salah satu sms dari kakak kelas yg membeli buku tersebut.</p>
<p>Pikiran saya menerawang ke 10-15 tahun lalu&#8230;.&#8221;Ah..seandainya beliau bisa menyisihkan secara disiplin Rp 50-100ribu/bln&#8230;niscaya sudah ada Rp 20-an jutan yg bisa beliau peroleh untuk renovasi rumah tanpa harus membanting tulang di hari dgn menjual buku&#8221;&#8230;.</p>
<p>Ternyata menyisihkan sebagian penghasilan tetap menjadi masalah bagi orang dengan pendidikan tinggi (guru saya ini S2 dgn wawasan yg luas krn telah menerbitkan 40-an buku).</p>
<p>Sungguh, mempersiapkan masa pensiun tdk bisa ditunda! Now atau Never &#8230;&#8230;..</p>
<p>Anda mungkin sudah mengetahui teori &#8220;sedikit demi sedikit lambat laun menjadi bukit&#8221;, Anda pun sudah berpendidikan tinggi, namun semuanya kalah berarti dibanding tindakan sesegera mungkin menabung demi masa depan; saat ini juga &#8230;.. Atau Anda akan menjadi tokoh seperti guru saya di atas?</p>
<p>Yosep Sudarso<br />
Praktisi asuransi&amp;<a href="http://www.dana-pensiun.com">dana pensiun</a><br />
<a href="mailto:yosep@dana-pensiun.com">yosep@dana-pensiun.com</a><br />
0815-9407511</p>
<p>(Sharing kisah nyata : 16-24 Juli 2010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/08/dana-pensiun-now-or-never/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DANA PENSIUN vs ASURANSI PENSIUN</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/02/dana-pensiun-vs-asuransi-pensiun/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/02/dana-pensiun-vs-asuransi-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 12:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosepsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencaan keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[merencanakan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa kesempatan, saya masih sering menemukan calon nasabah yang bingung apa persamaan dan perbedaan dana pensiun dengan asuransi pensiun. Apakah keduanya produk yang sama dengan label yang berbeda atau memang keduanya produk yang berbeda? Keduanya PRODUK BERBEDA namun saling melengkapi. 1. DANA PENSIUN Merupakan produk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) atau Dana Pensiun Lembaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F02%2Fdana-pensiun-vs-asuransi-pensiun%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F02%2Fdana-pensiun-vs-asuransi-pensiun%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/02/facingfuture.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-105" title="facingfuture" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/02/facingfuture-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dalam beberapa kesempatan, saya masih sering menemukan calon nasabah  yang bingung apa persamaan dan perbedaan dana pensiun dengan asuransi  pensiun. Apakah keduanya produk yang sama dengan label yang berbeda atau  memang keduanya produk yang berbeda?</p>
<p>Keduanya PRODUK BERBEDA namun saling melengkapi.<br />
<span id="more-107"></span><br />
1. DANA PENSIUN<br />
Merupakan produk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) atau Dana Pensiun  Lembaga Keuangan (DPLK). Produk ini dapat dipasarkan internal khusus  perusahaan sendiri atau dipasarkan ke luar. Beberapa perusahaan  mengikutkan karyawannya dalam program dana pensiun yang diselenggarakan  oleh DPLK namun ada pula yang dikelola sendiri. Beberapa contoh DPLK  adalah : DPLK Manulife, Winterthur Life, Bringinlife, Allianz, dan lain  sebagainya. Sedangkan beberapa contoh DPPK adalah : DPPK Garuda,  Samudera Indonesia, Pertamina, INCO dsb. (Detail nama DPPK dan DPLK  dapat dilihat di <a href="http://www.dana-pensiun.com/" target="_blank">www.Dana-Pensiun.com</a>).<br />
Di tengah era bancassurance ini; produk DPLK pun bisa dipasarkan melalui  pihak perbankan sebagai contoh : DPLK BRI dipasarkan di counter Bank  BRI, Produk &#8220;Simponi&#8221; DPLK BNI dipasarkan sebagai produk Bank BNI, dan  sebagainya.</p>
<p>Produk dana pensiun dapat disederhanakan sebagai produk yang dimengerti  masyarakat umum &#8220;tabungan bank&#8221;. Dana Pensiun memiliki karakteristik :<br />
1. Hasil Investasi mengikuti hasil kelolaan dana yang dilakukan oleh  manager investasi dengan beragam pilihan penempatan investasi. Rata-rata  DPLK/DPLK mampu memberikan asumsi pertumbuhan dana sebesar 10 &#8211; 22%.<br />
2. Hasil investasi dikenakan beberapa ragam biaya tergantung DPLK/DPPK.  Beberapa biaya yang umum adalah : biaya pendaftaran, biaya pengelolaan,  biaya penarikan, biaya pemindahan investasi dan jenis lainnya.<br />
3. Hasil investasi akan dikenakan pajak progresif sesuai UU No 11/1992  mengenai Dana Pensiun.<br />
4. Peserta/nasabah akan mendapatkan laporan hasil kelolaan dana dan  iuran pokok melalui berbagai pilihan cara : korespondensi surat, online  internet, hotline telepon dan cara-cara lain.</p>
<p>2. ASURANSI PENSIUN<br />
Merupakan produk dari asuransi, berkembang pesat terutama untuk memenuhi  UU No 13/2002 mengenai Perburuhan. Beberapa perusahaan asuransi menamai  produk ini sebagai Jaminan Hari Tua (JHT) seperti PT. Jamsostek; atau  Tabungan Hari Tua (THT)/Kesejahteraan Hari Tua (KHT) di beberapa  perusahaan asuransi lainnya.</p>
<p>Produk asuransi pensiun terutama dimaksudkan untuk :<br />
1). Memenuhi nilai pesangon karyawan apabila terjadi PHK, misal karyawan  bekerja sekian tahun maka akan mendapat Uang Pesangon sekian kali gaji  terakhir. Penekanan pada produk asuransi pensiun adalah adanya HASIL  PASTI sesuai yg diamanatkan UU.</p>
<p>2). Memberikan dana apabila terjadi resiko yakni meninggal dan cacat.   Karyawan tersebut akan mendapatkan santunan kematian bagi ahli waris  atau santunan cacat.</p>
<p>Pada poin kedua inilah yang menonjol perbedaan Dana Pensiun dengan  Asuransi Pensiun selain HASIL PASTI pada asuransi pensiun.</p>
<p>Kiranya pengantar awal ini mampu membuka wacana pembaca akan kehadiran  kedua produk yang berbeda namun saling melengkapi.</p>
<p>Yosep Sudarso A.A, S.Minute<br />
AAK, AAAIJ<br />
Praktisi Managemen Resiko, Asuransi dan Dana Pensiun<br />
Yosep@Dana-Pensiun.com<br />
Yosepsa@Kelolauang.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/02/dana-pensiun-vs-asuransi-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, Pensiun Segera [2]</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/02/yuk-pensiun-segera-2/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/02/yuk-pensiun-segera-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 04:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosepsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memulai Bisnis Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[merencanakan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan artikel ini Waryanto menulis komentar atas artikel saya 25 Januari 2010 di blog KelolaUang.com : “Yosep, Thanks untuk tulisannya, menginpirasi dan menguatkan lagi niat niat untuk meniru jejak jejak orang yang tangguh dan berdedikasi dalam hidupnya. Untuk menjadi pengusaha, sepertinya harus dimulai dari seberapa besar zona kenyamanan seseorang, keberanian untuk lepas dari zona kenyamanan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F02%2Fyuk-pensiun-segera-2%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F02%2Fyuk-pensiun-segera-2%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/02/facingfuture.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-105" title="facingfuture" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/02/facingfuture-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Lanjutan <a href="http://kelolauang.com/2010/01/yuk-pensiun-segera/">artikel ini</a></p>
<p><a href="http://sebastianuswaryanto.blogspot.com/" target="_blank">Waryanto</a> menulis komentar atas artikel saya 25 Januari 2010 di blog KelolaUang.com : “Yosep,<br />
Thanks untuk tulisannya, menginpirasi dan menguatkan lagi niat niat untuk meniru jejak jejak orang yang tangguh dan berdedikasi dalam hidupnya.<br />
Untuk menjadi pengusaha, sepertinya harus dimulai dari seberapa besar zona kenyamanan seseorang, keberanian untuk lepas dari zona kenyamanan, dan tanggung jawab yang sekarang ada. Misalnya sekarang langsung disuruh wirausaha, terus terang belum siap. Namun niat sudah ada, mudah mudahan kuat hati, kuat iman hehe.”<br />
<span id="more-104"></span><br />
Komentar senada sering saya dengar dari banyak teman yang ingin &#8220;lepas&#8221; baik dari zona &#8220;kenyamanan&#8221; (bila penghasilan dari kerja karyawan sudah di atas rata-rata penghasilan)&#8221; maupun &#8220;lepas&#8221; dari zona &#8220;ketidaknyamanan&#8221; (bila penghasilan bulanan hanya bisa pas, yang sering didoakan menjadi doa penghasilan pas ..pas mau ada, pas ada &#8230;. Sayangnya beberapa kesempatan &#8230;.pas &#8230;.tidak ada uang ..he&#8230;.he&#8230;..).</p>
<p>Sebenarnya apa aja sih yang harus dipersiapkan sebelum kita sesegera mungkin memantapkan niat : OK, AKU PENSIUN SEGERA!?</p>
<p>Lakukanlah : LIFE DIAGNOSIS pada hidup Anda.</p>
<p>Pertama dan terutama : cek diri Anda; apakah Anda golongan Intrapreneur atau Enterpreneur. Bila Anda selalu tidak puas dengan banyak hal dalam organisasi Anda, mencintai tantangan dan memimpikan kebebasan waktu dan finansial, YES, YOU Are Enterpreneur!</p>
<p>Kedua, lihat posisi dan penghasilan Anda saat ini. Sudahkah posisi kerja dan penghasilan Anda saat ini menjadi modal untuk berusaha kelak? Meski tidak harus mencapai posisi puncak organisasi namun bila posisi puncak tersebut bisa Anda raih 1-3 tahun ini, mungkin Anda harus bersabar sedikit. Bisnis adalah NETWORK, dan Network semakin meluas mengikuti tingginya posisi kerja! Namun bila Anda merasa posisi dan penghasilan Anda sudah &#8220;mentok&#8221; dan dianggap cukup untuk memulai penghidupan baru, segera persiapkan mental. Ingatlah, Bob Sadino, Liem Sie Liong dan pengusaha top lainnya pun tidak pernah mencapai posisi puncak, wong pendidikan pun terbatas, tapi mereka bisa meraih puncak kehidupan di atas kaki mereka sendiri bahkan memberi nafkah bagi karyawannya.</p>
<p>Ketiga; meski tidak mutlak; persiapkanlah &#8220;tabungan dan proteksi masa depan&#8221;. Yang terdiri dari :</p>
<p>1. Uang Tabungan Hari Tua; ini bisa dari sebagian uang pensiun/pesangon/jamsostek/dana pensiun dari perusahaan lama disisihkan. Sebagian bisa digunakan untuk modal usaha tapi perhatikan JANGAN HABISKAN SELURUH DANA CASH ANDA. Meski Maslow pernah menyatakan bahwa untuk memenuhi kehidupan tingkat paling dasar dibutuhkan 60X penghasilan bulanan; Anda bisa &#8220;bermain tidak aman&#8221; di tahap awal enterpreneur asalkan Anda HARUS MINIMAL MEMPUNYAI 6-12 X penghasilan bulanan sebagai jaring pengaman terhadap resiko awal set up bisnis (biasanya usaha memerlukan waktu set up 3-6 bulan dan 6 bulan lagi untuk mencapai tingkat kestabilan). Sisa uang setelah dipotong simpanan proteksi, Ingat! harus dikunci pada instrumen yang liquid meski tingkat bunganya tidak terlalu besar, yang berarti pilihannya deposito (bila Anda konservatif) atau Reksadana (bila Anda moderat). Tambahan; modal usaha bisa berasal seluruhnya dari uang Anda, atau Anda bergabung bersama beberapa teman/investor atau Anda meminjam modal pihak lain. Sesi perencanaan keuangan dan dana pensiun akan dibahas di kesempatan lain.</p>
<p>2. Proteksi Kesehatan. dan (bila ada) asuransi pengcoveran kredit terutama dari perbankan). Ini menjadi penting karena biasanya setelah kita berhenti kerja; asuransi kesehatan perusahaan pun otomatis berhenti sedangkan potensi sakit selalu ada. Mintalah pada perencana keuangan Anda program asuransi kesehatan dengan masa asuransi pendek saja misal 1-2 tahun agar premi yang terbayarkan tidak menjadi besar di muka.</p>
<p>Bila Life Diagnosis ini sudah Anda lakukan; berarti Anda siap melangkah untuk BERDOA! Loh kok &#8230;&#8230;. Tanpa kemantapan hati, semua langkah-langkah di atas menjadi tidak berguna.</p>
<p>Selamat menikmati hidup, hidup yang bebas dan memberi arti bagi orang lain.</p>
<p>Yosep Sudarso A.A, S.Mn<br />
AAK, AAAIJ, QIP, kandidat CFP<br />
Yosep@dana-pensiun.com</p>
<p><a href="http://www.dana-pensiun.com" target="_blank">www.dana-pensiun.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/02/yuk-pensiun-segera-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, Pensiun Segera</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/yuk-pensiun-segera/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/yuk-pensiun-segera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 23:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yosepsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kok abang nggak betah sih di Bank D? Khan gaji abang mestinya sudah 8 digit?&#8221;tanyaku membuka pembicaraan dengan salah satu kakak kelasku yang sekarang membuka usaha wiraswasta di derah Bangka &#8211; Kemang. &#8220;Nggak ada kebebasan ngatur hidup, Sep! Banyak politik kerja dan seakan abang kerja tidak menikmati hidup. Khan hidup bukan semata cuman perkara berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Fyuk-pensiun-segera%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Fyuk-pensiun-segera%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/931895_30727375.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13" title="pensiun" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/931895_30727375-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>&#8220;Kok abang nggak betah sih di Bank D? Khan gaji abang mestinya sudah 8 digit?&#8221;tanyaku membuka pembicaraan dengan salah satu kakak kelasku yang sekarang membuka usaha wiraswasta di derah Bangka &#8211; Kemang.<br />
&#8220;Nggak ada kebebasan ngatur hidup, Sep! Banyak politik kerja dan seakan abang kerja tidak menikmati hidup. Khan hidup bukan semata cuman perkara berapa besar gaji, iya khan?&#8221;!!!! Jawaban yang waktu itu seakan menghentak kesadaranku bahwa hidup ini bukan semata melulu gaji yang tinggi. Ada hal lain yang tidak bisa dipenuhi dari pekerjaan kantoran : MENJADI BOSS DARI PEKERJAAN SENDIRI.<br />
<span id="more-94"></span> Intrapreneurship yakni pilihan hidup sebagai employee memang tidak memungkinkan kita mempunyai peran sebagai Boss dalam pekerjaan yang kita lakukan. Selalu ada boss lain dalam pekerjaan di lingkungan intrapreneurship. Meskipun intrapreneurship memberikan &#8220;safety zone&#8221; yakni kepastian penghasilan berupa gaji di akhir bulan. Yang perlu dipikirkan hanya bagaimana kita bisa mendapatkan gaji yang lebih besar; yang bisa didapat dengan 4 pilihan cara:<br />
1. Nambah jam lembur atau mencari tambahan uang saku perjalanan/tunjangan lain<br />
2. Memberikan prestasi kerja agar mendapatkan bonus kerja<br />
3. Melakukan terobosan kinerja agar naik jabatan karena naik jabatan, biasanya naik gaji.<br />
4. Mencoba pekerjaan di tempat kerja lain yang memberikan gaji yang lebih besar.</p>
<p>Fenomena no 1 membuat pekerja kantoran sangat ngotot saat memberikan perhitungan biaya2/meminta pengantian reimburse.<br />
Fenomena no 2 sangat nampak nyata di kala penilaian kinerja tahunan (entah berbasis KPI=Key Performance Index; atau SMK=Sistem Manajemen Kinerja); kita akan sangat &#8220;berupaya&#8221; agar nilai kerja tahun lalu diberikan nilai bagus, bila perlu &#8220;carmuk&#8221; atau menjadi &#8220;manis&#8221; di depan bos. Syukur-syukur bila tidak masuk ke golongan ABS (Asal Bapak Senang) sepanjang tahun &#8230;he..he&#8230;<br />
Fenomena no 3 melahirkan pekerja &#8220;karbitan&#8221; yang ingin dilihat oleh petinggi/pengambil keputusan SDM. Cemerlang dalam rapat dan memberikan masukan-masukan kerja yang luar biasa konstruktif. Di poin ini lahirlah &#8220;politik kerja&#8221; baik lobby maupun kudeta kekuasaan.<br />
Fenomena no 4 melahirkan &#8220;Kutu Loncat&#8221; bila kerja di tempat lama masih menyisakan prestasi; atau &#8220;Bajingan Loncat&#8221; bila nama kita di tempat lama di-black list.</p>
<p>So, intrapreneurship pada akhirnya hanya menyisakan sedikit bahkan 1 pos Boss pada pucuk pimpinan dengan piramida besar pada persaingan di level bawah-menengah secara kuantitas SDM; dan piramida terbalik dari sisi persaingan di level menengah-atas secara kualitas SDM. (Di beberapa Bank bahkan ada yang berani menggaji SVP-nya setara dengan 3X gaji anggota DPR  asalkan mampu mencapai target perusahaan. Gaji DPR= Rp 50-75jt/bln).</p>
<p>Bila kita kuat; kita akan menjadi sedikit orang yang mampu mencapai puncak jabatan sama seperti yang telah dicapai oleh Michael D. Ruslim (alm), PresDir Astra Intermational, Tbk yang barusan mangkat beberapa hari yang lalu (20 Jan 2010). Beliau salah satu Big Boss yang merintis dari bawah karir intrapreneur-nya. Kuat di sini berarti : Kuat Hati, Kuat Iman dan Kuat Pengaruh.<br />
Tapi bila tidak mempunyai 3 kekuatan di atas, siap-siaplah menjadi bagian SDM yang terpinggirkan secara otomatis atau dipaksa ke pinggir arena. Nah, sebelum itu terjadi: PENSIUN SEGERA!</p>
<p>Sama seperti yang dialami kakak kelasku tadi; pensiun haruslah menjadi salah satu pilihan bagi masa depan kita apalagi bila probabilitas menuju kursi 1 itu hanya 1/1000 bahkan kurang.<br />
&#8220;Seenak-enaknya menjadi ekor naga; lebih terpandang menjadi kepala nyamuk&#8221;, kurang lebih itu statement pro wiraswasta (enterpreneurship). Apalagi sekarang Pak Ci (DR (Hon) Ir. Ciputra) sedang mengangkat isu bahwa sekurang-kurangnya dibutuhkan 20% wirausahawan dalam suatu bangsa agar bangsa tersebut menjadi bangsa yang maju secara ekonomi. Indonesia? Hmmmm &#8230;biasa, kita masih di kisaran yang maha kecil &#8230;. Hanya ada 0,18% wirausahawan di bumi Indonesia.</p>
<p>Busyet dahhhh&#8230;Mungkin kita memang mesti banyak belajar dari Pengusaha Muda Mandiri yang sedang berpameran di JCC 23-24 Jan 2010. Malu kayaknya ya &#8230;.negeri sebesar kita ini tapi sebagian besar pemuda/i-nya menyadarkan hidup menjadi PNS atau karyawan.</p>
<p>Berarti??? Yuk, PENSIUN SEGERA!<br />
Bila Anda sekarang masih di lingkungan intrapreneurship; peganglah ucapan TP Rahmat, ex Presdir Astra dan icon fenomena Astra : &#8220;Tidak semua orang ditakdirkan menjadi Enterpreneur, bila kita harus bekerja sebagai karyawan; bekerjalah secepat-cepatnya agar mencapai jenjang tertinggi, kemudian segeralah pensiun!&#8221;.</p>
<p>Maka, beranikan berkata : OK, SAYA PENSIUN SAAT INI!<br />
Bagaimana? Saya akan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang mempersiapkan pensiun sejak dini di tulisan-tulisan berikutnya. Anda mau berbagi juga? Atau sekedar bertanya? Hubungi saya.</p>
<p>Yosep Sudarso A.A, S.Mn, AAK, AAAIJ<br />
Praktisi industri keuangan dan asuransi<br />
<a href="http://www.dana-pensiun.com/" target="_blank">www.Dana-pensiun.com</a><br />
Yosep@Dana-Pensiun.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/yuk-pensiun-segera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

