<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kelolauang.com &#187; Investasi Properti</title>
	<atom:link href="http://kelolauang.com/category/investasi-properti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kelolauang.com</link>
	<description>Kelola Uangmu Gapai Citamu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2011 13:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Faktor X Penghambat KPR</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/03/faktor-x-penghambat-kpr/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/03/faktor-x-penghambat-kpr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 13:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Tips bijak KPR #2 Ya.. jumpa lagi di sesi KPR. Setelah sekian lama menghilang dari dunia maya, mari kita bahas lagi dunia pengkreditan rumah. Bagi anda yang sudah punya dana untuk DP dan biaya KPR, serta sudah siap mengambil KPR, dalam tips bijak kali ini, saya coba membahas, hal-hal apa saja yang menghambat kita untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F03%2Ffaktor-x-penghambat-kpr%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F03%2Ffaktor-x-penghambat-kpr%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/Choosing-Investment-House1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="Choosing Investment House" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/Choosing-Investment-House1.jpg" alt="" width="124" height="93" /></a>Tips bijak KPR #2</p>
<p>Ya.. jumpa lagi di sesi KPR. Setelah sekian lama menghilang dari dunia maya, mari kita bahas lagi dunia pengkreditan rumah. Bagi anda yang sudah punya dana untuk DP dan biaya KPR, serta sudah siap mengambil KPR, dalam tips bijak kali ini, saya coba membahas, hal-hal apa saja yang menghambat kita untuk mendapatkan istri rumah idaman.<span id="more-116"></span></p>
<p>1.Karyawan yang gajinya tunai.<br />
Aneh ya.. kok gaji tunai malah menghambat? Bagaimana jalan keluarnya?<br />
Kalau anda PNS, hanya tinggal menambahkan fotocopy buku besar (hmmm.. ada yang bisa menjelaskan apa itu buku besar? Karena penulis sedikit kesulitan untuk mendeskripsikan). Kalau karyawan swasta, fotocopy saja SPT Pph 21 (hehehe.. kalau ada yang mau jelasin SPT Pph 21, monggo lho..).</p>
<p>2.Masih ngutang kartu kredit.<br />
Sebaiknya sih dilunaskan.. hehehehe.</p>
<p>3.Punya kredit macet.<br />
Nama anda akan dicatat di blacklist BI dan akan bersih lagi setelah tiga tahun. Sebenernya sih akan dilihat kasus per kasus, dalam hal ini, pihak bank tidak pukul rata.</p>
<p>4.Punya angsuran kendaraan atau pinjaman lain.<br />
Jangan kuatir, kalau ada pendapatan lain yang bisa dibuktikan dengan laporan keuangan &amp; kepemilikan usahanya, boleh juga disertakan untuk nambah penghasilan. Atau join income dengan pasangan juga bisa.</p>
<p>5. Belum bekerja selama 2 tahun sebagai pegawai tetap<br />
Kalau sebelumnya anda sudah bekerja selama 2 tahun di perusahaan yang lama, bisa disertakan surat referensinya.</p>
<p>6.Rumah yang diincar, tidak “marketable”<br />
Maksudnya tidak marketable itu susah dijual lagi. Contohnya kalau rumahnya di dalam gang, di bawah SUTET, sebelah kuburan, atau di terletak di dekat “grey area” (panti pijat plus-plus atau lokalisasi).</p>
<p>Ada yang punya pengalaman lain selain 6 item di atas?<br />
Monggo..<br />
 <img src='http://kelolauang.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/03/faktor-x-penghambat-kpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Kesalahan Umum dalam Ber-Investasi Properti</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/8-kesalahan-umum-dalam-ber-investasi-properti/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/8-kesalahan-umum-dalam-ber-investasi-properti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[perencaan keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya, telah di bicarakan bagaimana cara cerdas mengelola uang dengan salah satunya adalah dengan berinvestasi di properti. Juga dalam artikel berikutnya, dibahas tentang 2 jenis investasi di properti, berinvestasi untuk cash flow dan berinvestasi untuk capital gain. Nah, sebelum anda bener bener memulai, karena mungkin saking antusiasnya, ada baiknya baca yang satu ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2F8-kesalahan-umum-dalam-ber-investasi-properti%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2F8-kesalahan-umum-dalam-ber-investasi-properti%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/Choosing-Investment-House1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="Choosing Investment House" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/Choosing-Investment-House1.jpg" alt="" width="124" height="93" /></a>Pada artikel sebelumnya, telah di bicarakan <a href="http://kelolauang.com/2010/01/investasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang/">bagaimana cara cerdas mengelola uang dengan salah satunya adalah dengan berinvestasi di properti</a>. Juga dalam artikel berikutnya, dibahas tentang <a href="http://kelolauang.com/2010/01/2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation/">2 jenis investasi di properti, berinvestasi untuk <em>cash flow</em> dan berinvestasi untuk <em>capital gain</em>.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sebelum anda bener bener memulai, karena mungkin saking antusiasnya, ada baiknya baca yang satu ini dan pikirkan baik baik. Saya rangkumkan tips ini dari seseorang yang sudah bertahun tahun bergerak di bidang properti dan menjadi investor properti sampai saat ini di tambah dengan sedikit pengalaman pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-87"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Berikut adalah 8 Kesalahan Umum dalam Berinvestasi Properti:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>1. Tidak ada rencana tujuan yang jelas dan tertulis.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini yang paling dari apapun yang kita lakukan, entah itu sekolah, kerja, usaha, investasi, dsb. Jikalau apa yang kita lakukan ini tujuan tidak begitu jelas, maka hasil yang akan di dapat juga tentunya tidak akan jelas. Maka di sarankan untuk memiliki suatu tujuan yang jelas dalam berinvestasi properti. Adalah perlu  dan baik untuk menuliskan tujuan itu dengan jelas sehingga mudah untuk diingat ingat. Misalnya, saya ingin punya kos kos an 2 buah dengan jumlah kamar 20 di tahun 2011. Atau juga misalanya, saya mau punya apartemen didaerah depok yang dekat dengan beberapa universitas yang bisa saya sewakan dan memberikan uang sewa sebesar 1.5 juta perbualn di tahuan 2011, dan seterusnya dan seterusnya, ini hanya contoh saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>2. Tidak mencari nasehat dari pakar properti atau investor properti yang sukses</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini keliatan sepele, mungkin kita akan bilang kan gampang, udah jelas jelas kok gimana caranya, tetapi kalau kita tidak mendapatkan masukan masukan dari pakarnya atau orang yang sudah suskes di bidangnya, maka kemungkinan besar kita akan melakukan kesalahan kesalahan yang semestinya bisa kita hindari. Contoh saja, dulu ketika saya belum belajar tentang investasi properti, saya kira membeli rumah itu pasti ga akan rugi asal bisa bayar angsuran bulannya. Namun setelah saya belajar, itu saja tidak cukup, apalagi kalau kita membeli karena keindahan rumahnya semata dan tidak melihat prospek kedepanya gimana, nah bisa bisa kita akan berhenti pada membayar angsuran per bulan sementara harga properti kok sepertinya bertumbuh sangat lambat, mau dijual juga peminatnya kok sepertinya tidak banyak alias susah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #3366ff;">3. Membeli rumah<em> </em>sebagai investasi properti yang tidak menghasilkan <em>cash flow</em> positif</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini persis yang saya alami pertama kali membeli rumah dan memang belum menghasilkan <em>cash flow</em> yang positif. Jadi ketimbang kita mendapatkan uang tiap bulannya, eh malahan kita masih harus membayar angsuran tiap bulannya. Memang seringkali, pertama kali kita membeli rumah biasanya memang bukan untuk investasi, namun jika pertama kali kita ingin membeli rumah untuk berinvestasi juga, maka sebaiknya memperhatikan bagaimana <em>cash flow</em>nya. Atau, jikalau <em>cash flow</em> bukan merupakan tujuan investasinya , karena memang mau di tempatin sendiri, maka <em>capital gain</em> merupakan hal yang perlu sangat di perhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>4. Membeli properti hanya sesuai keinginan anda dan bukan melihat keinginan calon pembeli atau penyewa di masa datang<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Harus hati hati di sini. Seringkali kita bilang akan membeli properti untuk investasi, namun akhirnya yang ternjadi adalah kita membeli sesuai dengan harapan pribadi, mau yang begini dan begitu dan tidak mempertimbangkan keinginan calon pembeli atau penyewa nanti. Seringkali kita hanya mementingkan design yang bagus, terpikat dengan interior yang wah, namun dari lokasi misalnya, properti ini sangat sulit bagi orang yang akan menyewa misalnya. Tentu saja hal ini akan mejadi sangat susah kalau kita akan menyewakan properti itu kepada calon penyewa kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>5. Membeli properti yang murah tetapi di lokasi yang salah</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu prinsip investasi properti adalah <span style="text-decoration: underline;">untung ketika membeli, bukan untung ketika menjual</span>. Ini artinya ketika kita membeli sebenernya kita membeli di bawah harga pasar sehingga ketika kita akan menjual dengan harga pasar saja kita akan mendapat untungnya. Tetapi, jangan kita terjebak pada harga saja, jikalau memang lokasi properti tersebut sangatlah tidak bagus. Hal ini akan membuat sulit ketika nanti akan menjual properti tersebut meskipun harga di bawah harga pasar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #3366ff;">6. Membeli rumah impian dan merenovasinya secara berlebihan ketika anda menikah</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya bagi orang yang pertama beli rumah penginnya tentu yang semenarik mungkin, hingga kadang kadang renovasi di lakukan dengan gila gila an. Pokoknya demi kepuasan sementara karena memang ini baru pertama kali membeli rumah. Namun yang terjadi setelah itu, akan tiba pada giliran untuk membayar angsuran rumah yang tidak kecil, dan itu rupanya cukup membebani. Apalagi kalau itu dengan kenyataan bahwa rumahnya tidak berada pada lokasi yang bagus dan di beli dengan harga yang bagus, maka jelas rumah itu akan sangat sulit menjadi sebuah investasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>7. Membeli rumah di luar kemampuan keuangan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saking semangatnya untuk memiliki rumah yang bagus dan mewah, akhirnya perhitungan kemampuan tidak di pertimbangkan. Hasilnya tentu akan memiliki komitmen keuangan yang melebihi kemampuan keuangannya. Baik pada awalnya di pertimbangkan kemampuan keuangannya. Termasuk di sini kita harus mempertimbangkan besarnya biaya biaya lain selain uang muka, seperti biaya pajak, balik nama, notaris, asuransi, angsuran bulanan dengan bunga yang kemungkinana naik secara drastis, biaya operasional tiap bulannya termasuk listrik air dan perawatan, juga termasuk renovasi yang di perlukan pada tahap awal.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;"><strong>8. Anda masih membayar cicilan uang rumah anda sampai anda pensiun</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tadinya berfikir untuk membeli rumah dengan biaya awal sekecil kecilnya. Namun ternyata cicilan yang di ambil begitu sangat lama sehingga selama masa pensiun pun tetap harus membayar cicilan rumah itu. Jika rumah ini hanya di tempatin sendiri, tentu ini akan menjadi beban sampai masa pensiun. Kecuali memang rumah ini di sewakan dan memberikan <em>cash flow </em>yang positif, sehingga cicilan sampai masa pensiun pun tidak masalah tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, coba cermati dan pertimbangkan hal hal diatas sebelum kita mengambil keputusan untuk berinvestasi di properti, supaya kesalahan kesalahan umum di atas jika perlu tidak usah terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk tips investasi properti lain, silahkan kunjungi <a href="http://www.propertidiskon.com">investasi property</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Cerdas Kelola Uang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/8-kesalahan-umum-dalam-ber-investasi-properti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbandingan Bunga KPR</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/perbandingan-bunga-kpr/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/perbandingan-bunga-kpr/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 09:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budipru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kpr]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Hi para pembaca cerdas sekalian, Hari ini sedang baca-baca Kontan, eh ada artikel menarik yang membandingkan tentang bunga KPR dari berbagai bank. Apalagi menyambung artikel teman saya Hil tentang tips untuk konsumen KPR. Saya kurang paham apakah dengan membandingkan seperti ini pihak bank bisa memberikan penawaran lebih menarik (menurunkan lagi bunganya). Yang pasti tentu suku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Fperbandingan-bunga-kpr%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Fperbandingan-bunga-kpr%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-22" title="1235157_16765716" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hi para pembaca cerdas sekalian,</p>
<p>Hari ini sedang baca-baca <a href="http://www.kontan.co.id" target="_blank">Kontan</a>, eh ada artikel menarik yang membandingkan tentang bunga KPR dari berbagai bank. Apalagi menyambung artikel teman saya Hil <a href="http://kelolauang.com/2010/01/tips-bijak-untuk-konsumen-kpr/">tentang tips untuk konsumen KPR</a>. Saya kurang paham apakah dengan membandingkan seperti ini pihak bank bisa memberikan penawaran lebih menarik (menurunkan lagi bunganya). Yang pasti tentu suku bungan ini sewaktu-waktu bisa berubah, semoga lebih rendah lagi aja sih, biar lebih banyak orang lagi yang bisa memiliki salahsatu kebutuhan hidup pokok ini.<span id="more-63"></span></p>
<p><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/kpr2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-66" title="perbandingan bunga kpr" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/kpr2.jpg" alt="perbandingan bunga kpr" width="413" height="297" /></a></p>
<p>Di atas adalah tabel dari <a href="http://www.kontan.co.id" target="_blank">Kontan</a> tanggal 12 Januari 2010. Klik tabel tersebut untuk memperbesar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/perbandingan-bunga-kpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Bijak Untuk Konsumen KPR</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/tips-bijak-untuk-konsumen-kpr/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/tips-bijak-untuk-konsumen-kpr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 16:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[bunga floating]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[The beginning Wise man says.. only fool rush in.. Syair  dendang lawasnya Elvis Presley yang melegenda dan jadi nasehat abadi. Walaupun jadul bin bahlul, tetep berlaku sampe sekarang. “Orang bodoh (fool)” dalam konteks ini, bukan bodoh dalam arti idiot atau tidak berpendidikan. Tapi lebih memakai emosi dalam mengambil keputusan dan tidak memiliki info yang cukup. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Ftips-bijak-untuk-konsumen-kpr%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Ftips-bijak-untuk-konsumen-kpr%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div>
<div>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;"><strong><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-22" title="1235157_16765716" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>The beginning</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;"><em>Wise  man says.. only fool rush in..</em> Syair  dendang lawasnya Elvis  Presley yang melegenda dan jadi nasehat abadi. Walaupun jadul bin <em> bahlul</em>, tetep berlaku sampe sekarang. “Orang bodoh (<em>fool</em>)”  dalam konteks ini, bukan bodoh dalam arti idiot atau tidak berpendidikan.  Tapi lebih memakai emosi dalam mengambil keputusan dan tidak memiliki  info yang cukup. Malu sih mengakuinya, tapi aku termasuk “orang bodoh”  itu.. hehehe..</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;">Karena  merasa bodoh (dan dibodohi) dalam hal financial, aku bertekad untuk  jadi orang yang melek financial. Cari ilmu lewat bukunya Robert Kiyosaki  (Increase Your Financial IQ &amp; Retire Young Retire Rich), Safir Senduk  (Karyawan  Juga Bisa Kaya &amp; Jadi Pengusaha Kok Nggak Kaya-kaya)  dan ikut ke seminarnya Tung Desem Waringin. Dari situ, aku juga bertekad  untuk praktek: terjun langsung ke dunia financial.<span id="more-60"></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;"><strong>Tips Bijak #1</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;">Untuk  urusan KPR, kita dituntut bukan saja teliti sebelum membeli, tapi <span style="text-decoration: underline;"> selidiki </span>sebelum membeli. Sebagai konsumen kita sering laper mata,  apalagi kalau lihat <em>tag line</em> hadiah langsung atau bunga rendah.  Yang wajib diteliti adalah bunga rendah yang dimaksud (bunga promosi)  berlaku fix berapa tahun. Biasanya sih 1 tahun.  Dan bunga setelah  tahun pertama, biasanya disebut bunga <em>floating</em>.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;">Nah, bunga <em>floating</em> ini yang perlu diselidiki. Apalagi yang ngambil kredit nya 10 – 20  tahun, pasti kerasa banget kalo bunga floating nya tinggi. Yang perlu  diselidiki adalah, <span style="text-decoration: underline;">bank mana yang bunga floatingnya lebih rendah</span> dari bank lain.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;">Konsumen dituntut untuk  lebih bijak. Dari pada bunga rendah di tahun pertama, lebih baik bunga  rendah di tahun-tahun selanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;">Untuk tips bijak selanjutnya,  ada request?</span></p>
<p><span style="font-family: Arial; font-size: small;"><em>To be continue..</em></span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/tips-bijak-untuk-konsumen-kpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2 Tujuan Investasi di Properti, Cash Flow dan Capital Appreciation</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 06:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[capital appreciation]]></category>
		<category><![CDATA[cash flow]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kuliah di tahun 1994-1998 aku punya seorang teman yang orangtuanya punya usaha kos-kos an. Tidak tahu persis berapa jumlah kamar di tempat kos-kosan itu, namun nampak kos-kosan itu cukup baik di kelola. Sebagian besar yang tinggal di situ adalah mahasiswa UPH (Universitas Pelita Harapan) dan sepertinya ada beberapa karyawan muda. Aku tidak tahu persis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2F2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2F2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/greathouse.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-23" title="greathouse" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/greathouse-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ketika kuliah di tahun 1994-1998 aku punya seorang teman yang orangtuanya punya usaha kos-kos an. Tidak tahu persis berapa jumlah kamar di tempat kos-kosan itu, namun nampak kos-kosan itu cukup baik di kelola. Sebagian besar yang tinggal di situ adalah mahasiswa UPH (Universitas Pelita Harapan) dan sepertinya ada beberapa karyawan muda. Aku tidak tahu persis apa kerjaan mereka, yang aku tahu hanya mereka punya usaha kos-kos an. Dan sepengetahuanku, keluarga ini termasuk keluarga yang cukup berada di lingkungan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang aku baru sadar, bahwa ternyata mereka berinvestasi property dengan tujuan <em>Cash Flow</em>. Setiap bulan mereka akan mendapatkan uang dari sewa kos-kos an itu. Coba bayangkan kalau di rumah itu ada 10 kamar (waktu itu aku ingat rumahnya tingkat dan di belakang cukup besar), dan setiap kamar membayar Rp 500,000,- saja. Maka dalam sebulan akan menghasilkan Rp. 5 juta dikurangi biaya operasional misalnya Rp 500,000,- maka penghasilan bersih adalah Rp. 4.5 juta rupiah. Nah ini yang di sebut dengan <em>Cash Flow</em>. Setiap bulan mereka akan terima Rp 4.5 juta rupiah, dalam setahun Rp 54 juta rupiah. Biasanya harga akan terus naik dan berarti penghasilan juga akan naik setiap tahun, misalnya dari Rp 500,000,- per kamar menjadi Rp 1 juta per kamar dalam beberapa tahun, maka penghasilannya pun juga akan naik.<span id="more-55"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan sebut saja Mr. J, yang aku kenal lewat salah satu seminar property. Mr. J membagikan pengalamannya tentang investasi di property. Mr J biasanya membeli property (apartemen) yang baru di lauching atau di pasarkan. Dengan modal 10-20% dari harga apartemen, Mr J membeli apartemen pilihannya. Beruntung di Negara Mr J ini ada, ada kemungkinan bahwa pembeli hanya perlu membayar uang muka dan tidak akan membayar angsuran atau bunga dari pinjaman bank sampai apartemen ini jadi. Nah biasanya di butuhkan 2-3 tahun untuk membangun apartemen tersebut. Ketika apartemen sudah mau jadi, biasanya harga akan naik, bahkan harga bisa naik cukup significant di saat-saat apartemen mau jadi. Ambil contoh saja, untuk apartemen dengan harga 500 juta misalnya, Mr J harus membayar 50 – 100 juta sebagai uang muka dan setelah itu tidak perlu membayar lagi sampai apartemen jadi. Namun ketika 2 atau 3 tahun lagi apartemen itu jadi harga sudah menjadi naik misalnya 650 juta. Maka si Mr J ini akan menjual apartemen itu. Dengan bermodal 50 – 100 juta Mr J akan mengantongi keuntungan (650 – 500) = 150 juta atau kalau di persentasekan, 150%-300% dalam 2 atau 3 tahun. Sekarang aku baru tahu itu yang namanya membeli property untuk tujuan capital gain. Demikian seterusnya Mr J ini menjadi seorang investor yang cukup handal di bidang properti</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dari cerita-cerita itu, paling tidak ada 2 tujuan orang berinvestasi di property: <em>Cash Flow</em> dan <em>Capital Appreciation</em>. Bisa juga tujuannya merukan kombinasi dari keduanya, namun biasanya jarang seperti itu, biasanya orang akan berfokus pada satu tujuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk tips investasi properti lain, silahkan kunjungi <a href="http://www.propertidiskon.com/">investasi property</a>.</p>
<p>Salam Cerdas KelolaUang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/2-tujuan-investasi-di-properti-cash-flow-dan-capital-appreciation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi Properti, Cara Cerdas Mengelola Uang</title>
		<link>http://kelolauang.com/2010/01/investasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang/</link>
		<comments>http://kelolauang.com/2010/01/investasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 15:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi Properti]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelolauang.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian besar orang yang baru mengenal bagaimana bisa menghasilkan uang, investasi properti kemungkinan besar bukan menjadi salah satu pemikiran atau termasuk cara untuk mengelola uang. Jikalau di survei, mungkin berinvestasi properti tidak mendapatkan pilihan sama sekali. Sebaliknya, alternative lain seperti membuka buku tabungan, berbelanja barang idaman, memberi uang kepada orang tua, mentraktir teman, akan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Finvestasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fkelolauang.com%2F2010%2F01%2Finvestasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang%2F&amp;source=kelolauangcom&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><span style="color: #000080;"><a href="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-22" title="1235157_16765716" src="http://kelolauang.com/wp-content/uploads/2010/01/1235157_16765716-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Bagi sebagian besar orang yang baru mengenal bagaimana bisa menghasilkan uang, investasi properti kemungkinan besar bukan menjadi salah satu pemikiran atau termasuk cara untuk mengelola uang. Jikalau di survei, mungkin berinvestasi properti tidak mendapatkan pilihan sama sekali. Sebaliknya, alternative lain seperti membuka buku tabungan, berbelanja barang idaman, memberi uang kepada orang tua, mentraktir teman, akan menjadi pilihan tingkat atas.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Namun, setelah beberapa tahun, jikalau mau jujur dan terbuka, orang yang mengivestasikan uangnya di properti, adalah sedikit kalangan orang yang memilih cara cukup bijaksana untuk mengelola uangnya. Ada beberapa alasan dasar yang gampang di mengerti, namun sering tidak di sadari:<span id="more-41"></span></span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Investasi di properti atau tanah, hampir 100% tidak akan turun. Properti dan tanah pada umumnya adalah <em>asset</em> dan bukan <em>liabilitas</em>. Namun kita akan bahas, perbedaan antara <em>asset</em> dan <em>liabilitas </em>di tulisan tulisan yang akan datang.</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Survei membuktikan, hampir 90% orang yang kaya di dunia ini, memiliki <em>asset </em>properti dan tanah di mana mana.</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kekayaan dari properti biasanya lebih bersifat <em>sustainable</em>, alias bisa bertahan jangka panjang, berbeda dengan asset di kertas, seperti saham yang nilainya bisa jatuh sampai hampir nol. Sebut saja misalnya, saham citybank pernah jatuh dari USD 40 menjadi USD 2, sementara tidak pernah saya denger tanah atau properti harganya jatuh bahkan dari misalnya 1 juta per meter persegi menjadi setengahnya saja, 500 ribu per meter persegi, malah sebaliknya harga tanah kian melambung tinggi dari hari ke hari.</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Di dunia ini penduduk sampai saat ini makin tetap bertambah, ini berarti, tanah akan relatif menjadi semakin sempit, karena pada dasarnya luas tanah tetap (<em>supply</em> tetap), sementara <em>demand</em> terus naik. Nah menurut hukum ekonomi, jikalau <em>supply</em> tetap dan <em>demand</em> terus naik, maka harga akan ikut naik. Ini berarti selama demand untuk tanah atau properti naik, harga akan tetap naik.</span></div>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #000080;">Tentu masih banyak hal hal lain yang bisa mendukung hal di atas, namun kiranya fakta diatas cukup untuk mendukung, mengapa kita harus mempertimbangkan untuk berinvestasi di properti sebagai cara bijaksana mengelola uang.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ditulisan tulisan berikutnya, mudah mudahan akan semakin jelas, bagaimana berinvestasi di properti, apa hala hal yang harus diperhatikan, mulai dari aspek hukum, finansial, memilih properti, tipe tipe properti yang cocok untuk berinvestasi, dsb.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Akhirnya, selamat anda telah memilih membaca artikel ini, nantikan artikel artikel selanjutnya, supaya menjadi lengkap niat dan tujuan untuk menjadi pengelola uang yang cerdas, cermat dan tepat hingga anda bisa mencapai cita cita dlaam hidup anda.</span></p>
<p>Untuk tips investasi properti lain, silahkan kunjungi <a href="http://www.propertidiskon.com/">investasi property</a>.</p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Salam cerdas kelolauang.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelolauang.com/2010/01/investasi-properti-cara-cerdas-mengelola-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

