Masih hari Rabu tapi bagi sebagian kita bayangan weekend sudah mulai mengganggu pikiran. Sudah berencana pergi kemana ? Pantai ? Gunung ? Mall ? Kemanapun itu yang penting tujuannya satu, tempat yang bisa dinikmati, baik perjalanannya maupun tujuannya.
Bagaimana kalau ke Bandung ? Good idea !
Pakai apa kesana ?
Mau langsung tiba atau mau mampir dulu di puncak ?
Kalau lewat puncak, macet ngga ya ?
Jam berapa harus berangkat agar tidak terjebak macet ?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan rencana perjalanan yang sedang kita susun. Mudah-mudahan dengan rencana ini, perjalanan Jakarta – Bandung menjadi bisa lebih dinikmati dan yang lebih penting lagi tidak salah jalan.
Financial Planning atau perencanaan keuangan adalah suatu proses, sama seperti perjalanan dari Jakarta menuju Bandung tadi. Proses perencanaan keuangan dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan. Baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Membeli mobil, jalan-jalan ke luar negeri adalah contoh tujuan jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang biasanya berhubungan dengan persiapan sekolah anak dan persiapan masa pensiun.
Ketahui tujuan keuangan
Saat ditanya apa yang menjadi tujuan keuangannya beberapa dari kita dengan meyakinkan menjawab mencapai financial freedom ! Sangat solid dan fantastis. Betul financial freedom adalah tujuan keuangan, tapi berapa dan apa saja yang kita butuhkan untuk mencapai itu ? Tanpa angka yang pasti, ibarat pergi berlibur tanpa tahu tujuannya dan kapan liburannya.
Tetapkan batas waktu
Selanjutnya adalah menentukan kapan ingin tujuan tersebut kita capai. Untuk proses yang berhubungan dengan sekolah anak atau persiapan masa pensiun, waktunya biasanya sudah fixed tergantung umur kita. Untuk mobil atau rumah, sangat fleksibel tergantung dalamnya kantong yang kita punya. Satu hal penting yang harus diingat dalam menentukan batas waktu : realistis. Realistis yang optimis ya, karena bagi sebagian orang mujizat juga realistis.
Ketahui posisi sekarang
Sadar dengan posisi saat ini akan sangat membantu kita dalam menetapkan batas waktu yang realistis. Besar pendapatan dan pengeluaran akan menentukan seberapa cepat kita sampai di tujuan keuangan yang diinginkan. Apabila dari metode menyimpan uang saat ini diketahui butuh waktu yang terlalu panjang untuk mencapai tujuan keuangan, tentu saja harus dilakukan beberapa penyesuaian.
Tentukan alat untuk mencapai tujuan
Untuk berlibur sekeluarga dari Jakarta ke Bandung tentu saja tidak realistis jika kita memilih sepeda sebagai metode transportasinya. Setelah mengetahui tujuan keuangan, kapan target pencapaiannya, dan bagaimana kemampuan kita sekarang, tahap selanjutnya adalah menentukan instrumen atau media apa yang tersedia di pasaran untuk kita gunakan mencapai tujuan keuangan kita. Pasar menyediakan banyak pilihan. Tetapi sesuai dengan prinsip high risk high return, tidak semua produk cocok untuk semua orang. Kenali kemampuan kita untuk mentoleransi resiko, sehingga saat ekonomi sedang melemah, kita tidak perlu ikut-ikutan lesu dan lemas.
Tujuan keuangan kita sangat mungkin lebih dari satu, dua bahkan lima. Idealnya semua tujuan tersebut bisa dipenuhi dalam satu tepukan. Namun sayangnya kenyataan sering tidak seindah gambaran diatas kertas. Keterbatasan dari pendapatan kita menyebabkan harus ditentukan skala prioritas, kebutuhan yang mana mutlak harus didahulukan dan yang mana bisa menunggu untuk sementara waktu.
Tujuan keuangan apapun yang menjadi prioritas utama, perencanaan keuangan tetap harus dilakukan. Mulailah dengan sesuatu yang terjangkau, lebih dini lebih baik. Seiring waktu, perubahan keadaan, dan meningkatnya kemampuan, lakukanlah review terhadap proses perjalanan kita. Pastikan bahwa kita masih di jalur yang tepat menuju tujuan keuangan kita.
Plan early, live comfortably !