Lanjutan artikel ini
Waryanto menulis komentar atas artikel saya 25 Januari 2010 di blog KelolaUang.com : “Yosep,
Thanks untuk tulisannya, menginpirasi dan menguatkan lagi niat niat untuk meniru jejak jejak orang yang tangguh dan berdedikasi dalam hidupnya.
Untuk menjadi pengusaha, sepertinya harus dimulai dari seberapa besar zona kenyamanan seseorang, keberanian untuk lepas dari zona kenyamanan, dan tanggung jawab yang sekarang ada. Misalnya sekarang langsung disuruh wirausaha, terus terang belum siap. Namun niat sudah ada, mudah mudahan kuat hati, kuat iman hehe.”
Komentar senada sering saya dengar dari banyak teman yang ingin “lepas” baik dari zona “kenyamanan” (bila penghasilan dari kerja karyawan sudah di atas rata-rata penghasilan)” maupun “lepas” dari zona “ketidaknyamanan” (bila penghasilan bulanan hanya bisa pas, yang sering didoakan menjadi doa penghasilan pas ..pas mau ada, pas ada …. Sayangnya beberapa kesempatan ….pas ….tidak ada uang ..he….he…..).
Sebenarnya apa aja sih yang harus dipersiapkan sebelum kita sesegera mungkin memantapkan niat : OK, AKU PENSIUN SEGERA!?
Lakukanlah : LIFE DIAGNOSIS pada hidup Anda.
Pertama dan terutama : cek diri Anda; apakah Anda golongan Intrapreneur atau Enterpreneur. Bila Anda selalu tidak puas dengan banyak hal dalam organisasi Anda, mencintai tantangan dan memimpikan kebebasan waktu dan finansial, YES, YOU Are Enterpreneur!
Kedua, lihat posisi dan penghasilan Anda saat ini. Sudahkah posisi kerja dan penghasilan Anda saat ini menjadi modal untuk berusaha kelak? Meski tidak harus mencapai posisi puncak organisasi namun bila posisi puncak tersebut bisa Anda raih 1-3 tahun ini, mungkin Anda harus bersabar sedikit. Bisnis adalah NETWORK, dan Network semakin meluas mengikuti tingginya posisi kerja! Namun bila Anda merasa posisi dan penghasilan Anda sudah “mentok” dan dianggap cukup untuk memulai penghidupan baru, segera persiapkan mental. Ingatlah, Bob Sadino, Liem Sie Liong dan pengusaha top lainnya pun tidak pernah mencapai posisi puncak, wong pendidikan pun terbatas, tapi mereka bisa meraih puncak kehidupan di atas kaki mereka sendiri bahkan memberi nafkah bagi karyawannya.
Ketiga; meski tidak mutlak; persiapkanlah “tabungan dan proteksi masa depan”. Yang terdiri dari :
1. Uang Tabungan Hari Tua; ini bisa dari sebagian uang pensiun/pesangon/jamsostek/dana pensiun dari perusahaan lama disisihkan. Sebagian bisa digunakan untuk modal usaha tapi perhatikan JANGAN HABISKAN SELURUH DANA CASH ANDA. Meski Maslow pernah menyatakan bahwa untuk memenuhi kehidupan tingkat paling dasar dibutuhkan 60X penghasilan bulanan; Anda bisa “bermain tidak aman” di tahap awal enterpreneur asalkan Anda HARUS MINIMAL MEMPUNYAI 6-12 X penghasilan bulanan sebagai jaring pengaman terhadap resiko awal set up bisnis (biasanya usaha memerlukan waktu set up 3-6 bulan dan 6 bulan lagi untuk mencapai tingkat kestabilan). Sisa uang setelah dipotong simpanan proteksi, Ingat! harus dikunci pada instrumen yang liquid meski tingkat bunganya tidak terlalu besar, yang berarti pilihannya deposito (bila Anda konservatif) atau Reksadana (bila Anda moderat). Tambahan; modal usaha bisa berasal seluruhnya dari uang Anda, atau Anda bergabung bersama beberapa teman/investor atau Anda meminjam modal pihak lain. Sesi perencanaan keuangan dan dana pensiun akan dibahas di kesempatan lain.
2. Proteksi Kesehatan. dan (bila ada) asuransi pengcoveran kredit terutama dari perbankan). Ini menjadi penting karena biasanya setelah kita berhenti kerja; asuransi kesehatan perusahaan pun otomatis berhenti sedangkan potensi sakit selalu ada. Mintalah pada perencana keuangan Anda program asuransi kesehatan dengan masa asuransi pendek saja misal 1-2 tahun agar premi yang terbayarkan tidak menjadi besar di muka.
Bila Life Diagnosis ini sudah Anda lakukan; berarti Anda siap melangkah untuk BERDOA! Loh kok ……. Tanpa kemantapan hati, semua langkah-langkah di atas menjadi tidak berguna.
Selamat menikmati hidup, hidup yang bebas dan memberi arti bagi orang lain.
Yosep Sudarso A.A, S.Mn
AAK, AAAIJ, QIP, kandidat CFP
Yosep@dana-pensiun.com