Yuk, Pensiun Segera

by yosepsa on January 25, 2010

“Kok abang nggak betah sih di Bank D? Khan gaji abang mestinya sudah 8 digit?”tanyaku membuka pembicaraan dengan salah satu kakak kelasku yang sekarang membuka usaha wiraswasta di derah Bangka – Kemang.
“Nggak ada kebebasan ngatur hidup, Sep! Banyak politik kerja dan seakan abang kerja tidak menikmati hidup. Khan hidup bukan semata cuman perkara berapa besar gaji, iya khan?”!!!! Jawaban yang waktu itu seakan menghentak kesadaranku bahwa hidup ini bukan semata melulu gaji yang tinggi. Ada hal lain yang tidak bisa dipenuhi dari pekerjaan kantoran : MENJADI BOSS DARI PEKERJAAN SENDIRI.
Intrapreneurship yakni pilihan hidup sebagai employee memang tidak memungkinkan kita mempunyai peran sebagai Boss dalam pekerjaan yang kita lakukan. Selalu ada boss lain dalam pekerjaan di lingkungan intrapreneurship. Meskipun intrapreneurship memberikan “safety zone” yakni kepastian penghasilan berupa gaji di akhir bulan. Yang perlu dipikirkan hanya bagaimana kita bisa mendapatkan gaji yang lebih besar; yang bisa didapat dengan 4 pilihan cara:
1. Nambah jam lembur atau mencari tambahan uang saku perjalanan/tunjangan lain
2. Memberikan prestasi kerja agar mendapatkan bonus kerja
3. Melakukan terobosan kinerja agar naik jabatan karena naik jabatan, biasanya naik gaji.
4. Mencoba pekerjaan di tempat kerja lain yang memberikan gaji yang lebih besar.

Fenomena no 1 membuat pekerja kantoran sangat ngotot saat memberikan perhitungan biaya2/meminta pengantian reimburse.
Fenomena no 2 sangat nampak nyata di kala penilaian kinerja tahunan (entah berbasis KPI=Key Performance Index; atau SMK=Sistem Manajemen Kinerja); kita akan sangat “berupaya” agar nilai kerja tahun lalu diberikan nilai bagus, bila perlu “carmuk” atau menjadi “manis” di depan bos. Syukur-syukur bila tidak masuk ke golongan ABS (Asal Bapak Senang) sepanjang tahun …he..he…
Fenomena no 3 melahirkan pekerja “karbitan” yang ingin dilihat oleh petinggi/pengambil keputusan SDM. Cemerlang dalam rapat dan memberikan masukan-masukan kerja yang luar biasa konstruktif. Di poin ini lahirlah “politik kerja” baik lobby maupun kudeta kekuasaan.
Fenomena no 4 melahirkan “Kutu Loncat” bila kerja di tempat lama masih menyisakan prestasi; atau “Bajingan Loncat” bila nama kita di tempat lama di-black list.

So, intrapreneurship pada akhirnya hanya menyisakan sedikit bahkan 1 pos Boss pada pucuk pimpinan dengan piramida besar pada persaingan di level bawah-menengah secara kuantitas SDM; dan piramida terbalik dari sisi persaingan di level menengah-atas secara kualitas SDM. (Di beberapa Bank bahkan ada yang berani menggaji SVP-nya setara dengan 3X gaji anggota DPR  asalkan mampu mencapai target perusahaan. Gaji DPR= Rp 50-75jt/bln).

Bila kita kuat; kita akan menjadi sedikit orang yang mampu mencapai puncak jabatan sama seperti yang telah dicapai oleh Michael D. Ruslim (alm), PresDir Astra Intermational, Tbk yang barusan mangkat beberapa hari yang lalu (20 Jan 2010). Beliau salah satu Big Boss yang merintis dari bawah karir intrapreneur-nya. Kuat di sini berarti : Kuat Hati, Kuat Iman dan Kuat Pengaruh.
Tapi bila tidak mempunyai 3 kekuatan di atas, siap-siaplah menjadi bagian SDM yang terpinggirkan secara otomatis atau dipaksa ke pinggir arena. Nah, sebelum itu terjadi: PENSIUN SEGERA!

Sama seperti yang dialami kakak kelasku tadi; pensiun haruslah menjadi salah satu pilihan bagi masa depan kita apalagi bila probabilitas menuju kursi 1 itu hanya 1/1000 bahkan kurang.
“Seenak-enaknya menjadi ekor naga; lebih terpandang menjadi kepala nyamuk”, kurang lebih itu statement pro wiraswasta (enterpreneurship). Apalagi sekarang Pak Ci (DR (Hon) Ir. Ciputra) sedang mengangkat isu bahwa sekurang-kurangnya dibutuhkan 20% wirausahawan dalam suatu bangsa agar bangsa tersebut menjadi bangsa yang maju secara ekonomi. Indonesia? Hmmmm …biasa, kita masih di kisaran yang maha kecil …. Hanya ada 0,18% wirausahawan di bumi Indonesia.

Busyet dahhhh…Mungkin kita memang mesti banyak belajar dari Pengusaha Muda Mandiri yang sedang berpameran di JCC 23-24 Jan 2010. Malu kayaknya ya ….negeri sebesar kita ini tapi sebagian besar pemuda/i-nya menyadarkan hidup menjadi PNS atau karyawan.

Berarti??? Yuk, PENSIUN SEGERA!
Bila Anda sekarang masih di lingkungan intrapreneurship; peganglah ucapan TP Rahmat, ex Presdir Astra dan icon fenomena Astra : “Tidak semua orang ditakdirkan menjadi Enterpreneur, bila kita harus bekerja sebagai karyawan; bekerjalah secepat-cepatnya agar mencapai jenjang tertinggi, kemudian segeralah pensiun!”.

Maka, beranikan berkata : OK, SAYA PENSIUN SAAT INI!
Bagaimana? Saya akan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang mempersiapkan pensiun sejak dini di tulisan-tulisan berikutnya. Anda mau berbagi juga? Atau sekedar bertanya? Hubungi saya.

Yosep Sudarso A.A, S.Mn, AAK, AAAIJ
Praktisi industri keuangan dan asuransi
www.Dana-pensiun.com
Yosep@Dana-Pensiun.com

{ 1 trackback }

Yuk, Pensiun Segera [2]
February 14, 2010 at 11:07 am

{ 1 comment… read it below or add one }

sebastianus waryanto January 25, 2010 at 11:47 am

Yosep,
Thanks untuk tulisannya, menginpirasi dan menguatkan lagi niat niat untuk meniru jejak jejak orang yang tangguh dan berdedikasi dalam hidupnya.
Untuk menjadi pengusaha, sepertinya harus dimulai dari seberapa besar zona kenyamanan seseorang, keberanian untuk lepas dari zona kenyamanan, dan tanggung jawab yang sekarang ada. Misalnya sekarang langsung disuruh wirausaha, terus terang belum siap. Namun niat sudah ada, mudah mudahan kuat hati, kuat iman hehe.

Salam Cerdas

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes